Tragedi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo: 63 Santri Tewas

1 min read
Tragedi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo: 63 Santri Tewas

Duka belum reda di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur. Musala empat lantai yang roboh pada Senin (29/9/2025) sore menjadi tragedi memilukan. Hingga Selasa (7/10/2025), jumlah korban jiwa tercatat 63 orang, sebagian ditemukan dalam kondisi mengenaskan.

Musibah itu terjadi saat para santri tengah khusyuk melaksanakan salat Asar. Tanpa ada tanda-tanda, bangunan yang diduga tidak berizin resmi itu runtuh seketika. Lantai atas yang kelebihan beban diduga kuat menjadi pemicu musala ambruk, menimbun para santri di bawahnya.

Suasana pilu menyelimuti lokasi. Tangis keluarga pecah setiap kali kantong jenazah dikeluarkan dari reruntuhan. Banyak orang tua santri masih menunggu dengan harap cemas, meski kenyataan pahit kerap mereka hadapi.

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Budi Irawan, memastikan seluruh korban sudah ditemukan. “Seluruh jenazah sudah ditemukan. Dari total itu, 61 dalam kondisi utuh dan ada tujuh berupa potongan tubuh,” ujarnya di posko tanggap darurat, Selasa (7/10/2025).

Meski operasi Basarnas dinyatakan selesai, kepastian jumlah korban masih menunggu proses identifikasi tim DVI Polri. Potongan tubuh yang ditemukan harus dicocokkan dengan laporan dua korban yang sebelumnya dilaporkan hilang.

Tragedi ini memicu sorotan tajam soal legalitas pembangunan pesantren. Desakan audit bangunan dan penegakan hukum makin menguat. Pernyataan pihak pesantren yang menyebut peristiwa ini sebagai “takdir” pun memancing reaksi beragam di tengah publik.

Kementerian Agama menegaskan akan menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto dengan melakukan audit bangunan pesantren di seluruh Indonesia. “Akan ada rapat terkait izin pesantren, utamanya seperti apa dokumen sarpras bisa menjadi salah satu syarat pendirian pesantren,” kata Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag, Basnang Said.

Menurutnya, Menag Nasaruddin Umar menilai tragedi ini harus jadi pelajaran besar. Standar keamanan gedung pesantren wajib diperketat. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, memastikan insiden Ponpes Al Khoziny sudah menjadi perhatian khusus Presiden.


Posting Komentar