Wardah Youth Ambassador 2025: Wadah Anak Muda Berkarya dan Berjejaring
IRWAN
1 min read
![]() |
| Wardah Youth Ambassador 2025 |
Jakarta, 13 September 2025 – Wardah kembali menegaskan komitmennya pada generasi muda melalui Wardah Youth Ambassador (WYA). Acara welcoming yang digelar di Paragon 9 Jakarta berlangsung secara hybrid, diikuti 1.000 peserta, sementara lebih dari 3.000 anak muda dari 34 provinsi sudah tergabung di ekosistem ini.
Lebih dari sekadar komunitas, WYA hadir sebagai wadah pembelajaran, kolaborasi, dan pemberdayaan. Peserta mendapatkan pembekalan literasi digital, kecantikan, dan pengembangan diri, sekaligus kesempatan memperluas jaringan dan membuka peluang karier.
“Melalui WYA, saya mendapat kesempatan terlibat dalam berbagai event nasional Wardah… semua ini menjadi pengalaman yang sangat berharga,” ujar Wanda, perwakilan WYA Batch 1. Sementara itu, Jo dari Batch 3 menambahkan, “Bergabung dengan WYA membuat saya punya relasi baru, lebih percaya diri membangun personal branding, dan mengembangkan konten digital.”
Acara welcoming bertajuk “New Batch, New Energy” menghadirkan beragam aktivitas interaktif: unboxing welcoming kit, dekorasi makeup, dream wall untuk menulis harapan enam bulan ke depan, skin check, personal color analysis, photobooth, hingga challenge card kreatif. Semua aktivitas ini dirancang untuk menumbuhkan kebersamaan dan semangat kolaborasi khas anak muda.
Tak ketinggalan, talkshow inspiratif menampilkan Qonitah (Wardah Representative), Jo (WYA Batch 3), dan Nupi (Content Creator), dengan topik branding, sustainability, serta konsistensi membangun konten digital. Puncaknya, Salman Subakat, CEO NSEI ParagonCorp, membawakan sesi “The Art of Staying Relevant”, membahas bagaimana anak muda tetap adaptif dan berkontribusi di tengah perubahan tren cepat.
“WYA bukan hanya komunitas, tetapi ekosistem pembelajaran yang memberi pengalaman nyata… anak muda memperoleh relasi, pengalaman, dan keberanian melangkah lebih jauh,” ungkap Qonitah.
Wardah optimis generasi muda Indonesia mampu menghadirkan inovasi, perubahan positif, serta kontribusi nyata untuk bangsa dan dunia. Informasi lebih lengkap dapat diakses di Instagram resmi @wardahyouthambassador.
Lebih dari sekadar komunitas, WYA hadir sebagai wadah pembelajaran, kolaborasi, dan pemberdayaan. Peserta mendapatkan pembekalan literasi digital, kecantikan, dan pengembangan diri, sekaligus kesempatan memperluas jaringan dan membuka peluang karier.
“Melalui WYA, saya mendapat kesempatan terlibat dalam berbagai event nasional Wardah… semua ini menjadi pengalaman yang sangat berharga,” ujar Wanda, perwakilan WYA Batch 1. Sementara itu, Jo dari Batch 3 menambahkan, “Bergabung dengan WYA membuat saya punya relasi baru, lebih percaya diri membangun personal branding, dan mengembangkan konten digital.”
Acara welcoming bertajuk “New Batch, New Energy” menghadirkan beragam aktivitas interaktif: unboxing welcoming kit, dekorasi makeup, dream wall untuk menulis harapan enam bulan ke depan, skin check, personal color analysis, photobooth, hingga challenge card kreatif. Semua aktivitas ini dirancang untuk menumbuhkan kebersamaan dan semangat kolaborasi khas anak muda.
Tak ketinggalan, talkshow inspiratif menampilkan Qonitah (Wardah Representative), Jo (WYA Batch 3), dan Nupi (Content Creator), dengan topik branding, sustainability, serta konsistensi membangun konten digital. Puncaknya, Salman Subakat, CEO NSEI ParagonCorp, membawakan sesi “The Art of Staying Relevant”, membahas bagaimana anak muda tetap adaptif dan berkontribusi di tengah perubahan tren cepat.
“WYA bukan hanya komunitas, tetapi ekosistem pembelajaran yang memberi pengalaman nyata… anak muda memperoleh relasi, pengalaman, dan keberanian melangkah lebih jauh,” ungkap Qonitah.
Wardah optimis generasi muda Indonesia mampu menghadirkan inovasi, perubahan positif, serta kontribusi nyata untuk bangsa dan dunia. Informasi lebih lengkap dapat diakses di Instagram resmi @wardahyouthambassador.

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.
Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.